“Live the Moments”

“Live the Moments”

‘Live the Moments’ – Jam menunjukan angka 00.22 namun mata ini belum dapat terpejam. Sunyi sepi tak ada banyak aktifitas. Hanya terdengar sanyu suara dunia dalam berita di TVRI dari ruang tengah. Sesekali terdengar pula sautan sepasang anak adam yang masih terjaga. Belum tidur, ternyata induk ku. Bapak dan Ibu masih berbincang tentang pilkada yang disiarkan dunia dalam berita.  Kuping ini tak dapat berhenti mendengar debat kecil mereka, karena hanya ada pembatas tembok antara kamar ku dengan ruang tengah. Alhamdulillah ku panjatkan pada Allah yang masih memberiku izin untuk dapat mendengarkan suara merdu orang orang yang telah mencurahkan kasih sayang selama 19 tahun untuk ku.

Sesaat pikiran ini melayang, kembali menerawang kejadian dulu yang pernah ku alami. Baru kemarin rasanya diantar kesekolah setiap pagi oleh Bapak, baru kemarin rasanya setiap pagi disiapkan sarapan oleh Ibu. Ya, mereka selalu memperhatikan ku mulai matahari menyingkap selimut sampai diganti posisinya oleh temaram rembulan. Walaupun sering diri ini mengacuhkan kasih sayang mereka.

Pagi itu , Ibu menggoyang ranjang tidur agar aku segera terjaga dari lelapnya mimpi, kemudian beralih menyiapkan segala kebutuhan aktifitas untuk ku, kakak, adik dan Bapak. Tangan tangan gemulainya tak henti hentinya beraktifitas. Sibuk sekali terlihat. Bapak sudah lebih dulu rapih di depan kopinya padahal tadi malam beliau keliling kampung bersama kelompok rondanya. Pancaran semangat keluar dari diri Bapak, memang bapak ini orang yang selalu  mengajarkan kepada putranya untuk selalu memulai aktifitas sepagi dan sesemangat mungkin.

Kopi yang di seruput Bapak tinggal ampas, itu pertanda bahwa aku dan adikku disuruh bergegas. Dengan tergesa gesa ku percepat gerakan mulut untuk mengolah sarapan. Sama halnya dengan adikku, dia melakukan persis yang ku lakukan. “Ban.. Bimm cepetan sudah siang ini” teriak bapak dari atas sepeda motornya. Secepat kilat kami berdua bergegas menuju sumber suara itu walaupun mulut masih terus bergoyang mengolah sarapan.

** Diperjalanan**

“Duh bannya bocor lagi” keluh Bapak, sambil matanya bergerak kiri – kanan mencari tambal ban terdekat. “Pak tukang tambal ban dekat sini mana ya?” Tanya Bapak pada tukang ojek. “Di sana pak” jawab tukang ojek sambil menunjuk kearah pom bensin. Motor tua itu pun didorong oleh pengendaranya yang tak lagi muda juga kearah yang dikatakan tukang ojek. Sementara aku dan adikku hanya mengekor dibelakangnya sambil menahan haus karena belum sempat menyeruput air teh yang disiapkan Ibu tadi.

** Di Tukang Tambal Ban**

“Ban.. Bim.. naik ojek aja sana nanti terlambat” ujar Bapak sambil menjulurkan uang 5ribuan. Adikku seloroh menjawab, “Masih ada 20 menit lagi kok pak, Bimo nunggu aja disini bareng Mas Baban”. Aku hanya mengangguk mencoba menguatkan ucapan adikku untuk meyakinkan Bapak. Bapak langsung pergi menuju warung disamping tukang tambal ban, tak lama beliau kembali membawa 2 bptpl ait mineral untuk kami. Sepertinya bapak tahu apa yang anaknya mau, ya sudah dari tadi aku dan adikku menahan haus. “Glek gelek glek.. ahhh… ssuueeggerr”teriak adikku usai menenggak air. “Pelan pelan” ucap bapak dan perintahnya berhasil menghilangkan suara rakus tersebut. Karena akan menyerap panas dari bagian tubuh yang dilewati, termasuk kerongkongan, sehingga dapat menghilangkan rasa haus dan  terasa lebih menyejukkan tubuh.

10 menit berlalu, ban sepda motor telah bulat kembali. 5 menit kemudian aku telah didepan gerbang sekolah sambil menyalim tanganBapak. Dari cerita diatas mungkin tak brarti banyak bagi sebagian orang, namun bagiku itu berarti sekali. Dari hal diatas, aku mengerti bahwa orang tua selalu mengerti kebutuhan anaknya, selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya. Ya walaupun seperti yang pernah aku bilang, sering sekali mengacuhkan kasing sayangnya. Orang tua akan selalu memberikan yang terbaik, duit 2ribu yang dibelanjakan untuk 2 botol air mineral adalah bukti ketulusan cinta mereka, padahal aku dan adikku tak meminta. Tapi mereka tahu apa yang anaknya inginkan.

Source IMG : http://robert.foo.my/2010/09/parents-love-is-endless.html

Related posts

2 thoughts on ““Live the Moments”

  1. kadang orang dekat kita sering tidak kita perhatikan padahal mereka sangat Istimewa.
    https://jogjacreative.wordpress.com/2012/07/28/semua-orang-itu-pendidik/

Leave a Comment