Apa itu UTM Tracking dan Apa Fungsinya di Digital Marketing

455 views

Dalam usaha digital marketing saat ini, pengaruh pemasangan konten iklan atau ads menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Traffic dari konten iklan tersebut juga harus diikuti apakah memiliki kontribusi atau tidak. Terkadang sangat sulit untuk mengikuti hal ini karena aplikasi analisis iklan saat ini kurang bisa memberikan informasi yang lengkap. Untuk itu, adanya UTM tracking membuat permasalahan ini teratasi.

apa itu utm tracking

Mengenal UTM dan Berbagai Fungsi yang Ada untuk Digital Marketing

Sebelum memulai memasang UTM tracking, perlu diketahui pengertiannya. Istilah UTM sendiri berasal dari singkatan  Urchin Tracking Module. UTM adalah tools atau alat pelacak traffic konten yang sistemnya menggunakan ukuran tersendiri dalam link situs atau URL. Data-data dari UTM bisa direkam secara langsung oleh aplikasi analisis untuk memberikan informasi yang jauh lebih lengkap mengenai traffic

Prosesnya sendiri cukup mudah bagi yang baru menggunakannya. Cukup dengan mengubah URL dengan menambahkan kode UTM tracking. Setelah itu, informasi mengenai traffic bisa didapatkan lebih lengkap dari aplikasi analisis traffic seperti facebook dan google analytics. UTM memiliki berbagai fungsi dalam digital marketing yang disesuaikan berdasarkan jenisnya berikut ini.

  1. Fungsi Pengukuran UTM Campaign
Baca juga:  Apa Itu Bounce Rate dan Apa Indikator Bounce Rate yang Bagus?

Fungsi dari pengukuran UTM ini untuk mengelompokkan berbagai jenis konten yang sudah dilihat oleh pengunjung website. Dengan menggunakan jenis UTM ini, maka bisa dilihat traffic dari konten mana yang paling berkontribusi dalam suatu link URL atau website.

Selain untuk mengelompokkan konten, UTM Campaign bisa digunakan untuk pengoperasian A/B Testing dalam suatu website dengan melakukan input ID Test untuk tiap-tiap konten. Pada umumnya, UTM ini bisa diinput dengan tema maupun judul dari konten yang telah dibuat.

  1. Fungsi Pengukuran UTM Source

UTM Source juga menduduki urutan teratas dalam laporan analisis. Hal ini dikarenakan platform dari trafficnya sudah dikenal oleh banyak orang dan pada umumnya memberikan traffic yang paling banyak dalam suatu konten.

Fungsi dari pengukuran UTM ini untuk mengelompokkan berbagai platform yang pada umumnya menjadi sumber utama dari traffic konten. UTM ini bisa berasal dari email maupun sosial media seperti Facebook, Instagram, dan sebagainya.

  1. Fungsi Pengukuran UTM Medium

UTM Medium menduduki urutan kedua setelah UTM source. Jadi, beberapa media bisa dikelompokkan tersendiri asalkan platformnya sama sehingga menghasilkan data analisis traffic yang lebih rinci.

Baca juga:  KPI Yang Harus Diperhatikan Untuk Menjalankan Bisnis Online

Fungsi dari pengukuran UTM ini hampir sama dengan UTM Source, hanya saja penggunaannya jauh lebih terperinci. Dengan adanya UTM Medium, berbagai media asal traffic bisa terdeteksi secara lebih rinci. Contoh dari media-media tersebut adalah link banner, IG Bio, IG Story, referral, artikel, dan lain-lain.

  1. Fungsi Pengukuran UTM Content

Fungsi dari pengukuran UTM ini hampir sama dengan UTM Campaign. Hanya saja, sistemnya lebih terperinci dan kompleks. Pengukuran ini sangat cocok bagi siapapun yang memiliki sistem campaign yang lebih kompleks. Jadi, pengukuran ini kurang cocok untuk sistem campaign secara umum.

  1. Fungsi Pengukuran UTM Keywords/Term

Fungsi dari pengukuran UTM ini sebenarnya kurang efektif untuk digunakan. Hal ini dikarenakan fungsinya untuk mengklasifikasi keyword yang digunakan pengunjung platform search engine. Saat ini, platform tersebut sudah ada click ID dan juga tracking keyword tersendiri.

Berbagai fungsi pengukuran dari UTM menjadikannya bisa digunakan sesuai kebutuhan. Hal ini tergantung dari kebutuhan masing-masing pengguna untuk mengetahui traffic dari konten yang dibuat.

Tags: #Analytics

Leave a reply "Apa itu UTM Tracking dan Apa Fungsinya di Digital Marketing"

Author: 
    author