Tempat Corat-Coret Dikala Senggang

Selamat Datang Ke dunia Anakku, Kayana Satriadi

Hari ini, saya ingin mengabarkan kepada dunia, saya resmi menjadi bapak. Kayana Hania Satriadi, demikian nama anak perempuan yang dilahirkan Nia kemarin, 27 Juli.

Dalam bahasa Sanskerta, Kayana bermakna “dermawan”, sementara Hania merupakan akronim dari Herlambang + Nia yang merupakan bapak ibunya dan dalam bahasa Arab bermakna “tempat yang tenang,”. Sedangkan Satriadi merupakan nama dari bapak untuk saya yang juga merupakan bahasa Sanskerta yang memiliki arti “pejuang yang mulia”. Ingat, nama adalah doa, jadi berikanlah yang terbaik untuk anak kita.

Kembali ke proses kelahiran Kayana. Sesuai rencana, setelah berdiskusi, Nia ingin melahirkan Kayana di tanggal 27 Juli, agar serupa dengan bapaknya katanya. Alhamdulillah, Gusti Allah mengabulkan doa kami. Tanggal 27 kemarin, Kayana dilahirkan secara caesar.

Dokter yang menangani Nia menyarankan untuk tindakan caesar dikarenakan mengalami placenta previa atau posisi plasentanya yang berada di bawah. Hal tersebut berpotensi membuat perdarahan pada Nia serta gangguan suplai oksigen pada Kayana.

Kami berdiskusi dan kami menyetujuinya. Itu artinya, Kayana akan lahir secara caesar, kabar baiknya kami dapat menentukan tanggal lahirnya. Dikarenakan pada tanggal 27 Juli usia janin telah cukup maka kami memutuskan untuk menghadirkan Kayana ke dunia di tanggal tersebut, bersamaan dengan tanggal lahir bapaknya.

Kayana lahir dengan tangisan yang sangat kencang. Saat mendengar tangisannya yang kencang itu, Nia menangis, saya yang dikenal tidak ekspresif-pun tiba-tiba mengucurkan air mata saat mengadzani-nya. Kami bertiga menangis dengan jenis tangisan kami masing-masing. Ini menjadi koor pertama keluarga kecil kami.

Pasca kelahiran Kayana, saya masih tetap diselimuti perasaan yang ganjil. Rasanya baru kemarin saya menjadi anak bapak Sriyono dan ibu Ngatinah yang perlu dijewer agar mau pulang ke rumah dari bermain layangan di sore hari namun kini sudah berbeda, saya sudah menjadi bapak.

Kepada Kayana, tentu saja saya tak akan memintanya untuk meninju congkaknya dunia seperti Iwan Fals memintanya kepada Galang Rambu Anarki, namun yang jelas, saya akan berusaha keras memintanya menjadi manusia yang baik, manusia yang berperasaan, dan manusia yang tidak mudah menyakiti orang lain.

Saya tidak ingin mewajibkannya menjadi manusia yang cerdas, namun saya akan memintanya menjadi manusia yang tidak pernah lelah mencari ilmu, sebanyak-banyaknya, jauh lebih banyak dari bapak dan ibunya.

Saya akan meminta Kayana menjadi manusia yang menghargai kegembiraan dan bersabar atas kesedihan. Sebab di dunia ini bertebaran kebaikan namun juga berserakan keburukan. Dunia ini penuh dengan kegembiraan namun juga sarat akan kesedihan. Persis seperti hari sebelum ia dilahirkan, dimana di hari sebelumnya para pecinta bola di seluruh dunia dihadirkan tontonan yang menghibur, Inggris vs Prancis yang hasilnya 6-4 namun sehari setelahnya sebagai pengagum Messi, Argentina harus takluk oleh Spanyol, 0-1 saudara-saudara. Kelak ia akan bersiap dengan hal-hal seperti itu.

Terakhir, saya juga akan berusaha mengajarinya untuk hormat kepada ibunya, perempuan yang melahirkannya dengan penuh kepayahan.

Kayana Hania Satriadi, anakku, selamat datang di dunia ya nak 😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *