Apa Itu Bounce Rate dan Apa Indikator Bounce Rate yang Bagus?

359 views

Apabila Anda merupakan pengelola website atau blog, Anda harus mengetahui mengenai bounce rate. Ia merupakan aspek yang cukup penting agar kesehatan website yang Anda miliki tetap baik. Penggunaan SEO juga membuat website Anda banyak dikunjungi, sehingga meningkatkan arus lalu lintas pada website. Berikut merupakan penjelasan bounce rate, salah satu aspek SEO yang harus Anda ketahui.

cara menurunkan bounce rate

4 Indikator Bounce Rate dan Penjelasannya yang Perlu Anda Ketahui

  1. Tentang Bounce Rate

Bounce rate merupakan istilah yang digunakan jika ada pengunjung datang ke website Anda, kemudian pergi tanpa melakukan aktivitas membuka website lain. Situs yang memiliki bounce rate tinggi, kemungkinan besar memiliki traffic yang besar, namun pengunjung hanya berada di dalam website tersebut beberapa detik, dan tidak melakukan apapun.

Bounce rate yang tinggi akan membuat kesehatan website Anda tidak maksimal, karena itu ia harus diperbaiki. Terdapat beberapa faktor yang membuat bounce rate terjadi, misalnya loading page yang terlalu lama, konten yang tidak memuaskan, hingga pemakaian click bait dan pop up yang tinggi.

  1. Pentingkah Bounce Rate?

Untuk Anda yang sedang menjalankan bisnis daring, adanya bounce rate merupakan indikasi yang buruk. Ia bisa menjadi pertanda bahwa konten yang Anda miliki di dalam website tidak maksimal, atau dalam artian lain kurang, sehingga pengunjung akan mengakses website yang lain.

Baca juga:  Cara Mudah Memasang Facebook Pixel di Web Wordpress

Untuk mengakali hal tersebut, Anda harus membuat konten yang sesuai dengan keinginan pengunjung. Bounce rate juga menjadi aspek yang penting, sebab Google menggunakan indikator tersebut untuk menentukan kepopuleran suatu situs. Bisa jadi Google akan menganggap bahwa situs Anda tidak bermanfaat, apalagi jika indikator bounce ratenya tinggi.

  1. Melacak Bounce Rate

Ada beberapa cara melacak apakah terjadi bounce rate di situs yang sedang Anda kelola. Misalnya dengan memperhatikan konten, traffic, dan SEO yang Anda gunakan di dalam website tersebut.  Konten yang menarik tentunya akan membuat bounce rate yang dimiliki oleh suatu situs menjadi rendah.

Pengunjung yang membuka website yang sama, dengan kata kunci yang serupa dalam jangka waktu tertentu, maka Google akan menganggap bahwa situs tersebut relevan. Apalagi jika pengunjung membuka website lain setelah membuka website yang Anda miliki.

Anda juga bisa memperhatikan traffic situs yang dimiliki, sehingga Anda bisa mengetahui konten apa yang membuat pengunjung melakukan bounce rate, atau pencarian terbanyak. SEO juga berperan penting, karena ia bisa membantu Anda menemukan topic pencarian yang sedang banyak dilakukan.

  1. Nilai Bounce Rate yang Baik
Baca juga:  Apa itu UTM Tracking dan Apa Fungsinya di Digital Marketing

Setelah membahas berbagai aspek mengenai bounce rate, alangkah lebih baik Anda juga mengetahui berapa kisaran nilai bounce rate yang diperbolehkan. Setiap situs web tentu memiliki bounce rate yang berbeda, tergantung jenis dan isi dari konten yang dimiliki.

Apabila situs Anda memiliki nilai bounce rate dibawah 25 persen, maka website Anda merupakan website yang ideal. Sedangkan nilai antara 26 – 40 persen, maka situs Anda berada dalam tahapan yang cukup baik. Jika website Anda memiliki angka bounce rate diatas 70 persen, maka Anda harus segera memperbaikinya.

Nilai rata-rata antara 40 – 70 persen merupakan angka yang sebaiknya Anda benahi, karena nilai tersebut kemungkinan akan membuat bounce rate meningkat di masa yang akan datang. Semoga informasi mengenai bounce rate berikut dengan penjelasannya ini akan membantu Anda, terutama untuk pengelola blog dan website bisnis.

Tags: #Analytics

Leave a reply "Apa Itu Bounce Rate dan Apa Indikator Bounce Rate yang Bagus?"

Author: 
    author